Selamat Datang

Penantian Seorang Sahabat

1komentar



PENANTIAN SEORANG SAHABAT
 Oleh : Sulfianti S
Ceritakan tentang seorang gadis yang selalu berusaha menjadi teman yang baik, di saat aku melakukan sesuatu hal yang dianggap tidak masuk akal, walaupun apa yang aku lakukan tak di hiraukan tapi aku tetap bersabar. Pada suatu ketika aku ke sekolah yang terletak di SMP NEGERI 3 SABBANGPARU, salah satu sekolah yang berada di pelosok desa Sulawesi selatan. Aku terus di ledekin, dipojokin pokoknya setiap hari kehidupannya dipenuhi caci maki dan di rendahin. Meskipun semua teman ceweknya membenci dan terus menjauhinya tapi temannya yang bernama Ancha tetap selalu setia menemaninya, Ancha selalu berada di dekatku. Aku selalu bertanya di dalam hati mengapa cowok ini tak pernah memperlihatkan rasa bencinya pada diri ini , mengapa dia tak pernah sekalipun meledekku ? jujur aku bingung dengan apa yang dia lakukan padaku, tingkah lakunya tak karuan, tingkah lakunya sangat membingungkan. Saat aku selalu bertanya dalam hatiku akupun berfikir buat apa aku selalu menanyakannya pada diri ini ? mungkin, ada baiknya jika ku langsung menanyakan hal ini pada Ancha seenggaknya aku bisa mendengarkan alasan mengapa dia tak mencoba untuk menjauhiku.
Keesokan harinya, aku berpapasan dengan Ancha. Dia tersenyum dan langsung menyapaku dengan berkata “hay”, pada saat itu karena tak ingin di bilang cuek tentu aku merespon dengan cara senyum balik dengan berkata “hay juga”. Tak seperti biasanya Ancha yang selalu mengajakku berbicara kini dia hanya terdiam di tempat duduknya, dia yang selalu menghampiriku kini dia hanya terdiam ibarat patung di tempatnya. Karena ku merasakan sesuatu hal yang ganjil, aku langsung menghampirinya dan bertanya hay friend ! what happen to you, are you sick ? dia hanya merespon pertanyaanku dengan cara menggelengkan kepala dan berkata “ never mind”. Seketika itu aku langsung berkata Ancha aku kenal kamu udah lama, kamu tak bisa membohongiku aku tahu kalau tatapan mata kamu itu berkata kalau ada sesuatu yang sangat berat untuk kamu jalani, tapi kamu tak mau mengungkapkannya. Asal kamu tahu aku bertahan bersekolah disini karena kamu, aku hampir dipindahkan ke Samarinda tapi karena wali kelas melarangku dan kamu yang selalu berusaha membuatku bertahan di sekolah ini, aku rela memendam rasa rinduku kepada kedua orang tuaku demi kamu, karena aku sudah menganggap kamu teman terbaik yang pernah aku kenal, aku sudah menganggap kamu saudara. Tapi apa? Kamu tak mau mengungkapkan semuanya, kamu selalu menutup diri, kamu selalu menyembunyikan perasaan kamu selama ini, kamu tak mau curhat sama aku tentang kisah kehidupanmu padahal kamu sudah menganggapku sebagai sahabat. Apakah itu yang namanya sahabat ? jawab pertanyaan ku friend
Dengan penuh rasa bersalah ku meneteskan air mata dan berkata “ maafkan aku friend telah membentakmu, maafkan aku telah mengeluarkan kata-kata yang mungkin membuat hati kamu sakit. Tapi, aku mohon mengertilah aku. Aku harap kau mengerti, aku harap kamu dapat menghargai perasaanku, sebagai seorang sahabat aku merasakan sesuatu hal yang beda meskipun aku nggak tahu apa yang terjadi sehingga kamu terus terdiam seperti ini. Ancha yang awalnya hanya terus terdiam namun ia telah mulai mencoba menjelaskan kepadaku “aku nggak mau melihat kamu bersedih, aku nggak mau membuat kamu kecewa, asal kamu tahu aku sebenarnya ingin pindah sekolah, ini bukan keinginanku melainkan keinginan orang tuaku. Aku sebenarnya tak ingin meninggalkan sekolah ini, karena aku terlanjur cinta sama sekolahan kita, aku juga nggak mau ninggalin kamu. Aku takut di saat aku nggak ada, nggak ada lagi yang membela kamu, aku takut nggak ada lagi yang bisa menghapus air matamu di saat kamu sedang menangis, aku takut nggak ada lagi yang mampu mengobatimu di saat kamu sedang terluka, dan asal kamu tahu aku takut kehilangan kamu”.
Di saat Ancha selesai menjelaskan semuanya, aku hanya bisa duduk termenung dalam suasana hati yang membisu, aku hanya bisa meneteskan air mata dan berkata aku mengerti bahkan sangat mengerti jika memang itu yang terbaik aku rela melepaskanmu sobat, tapi asal kamu tahu nggak akan ada yang mampu menggantikan kamu dihatiku, meskipun kamu jauh tapi aku yakin hati cinta dan rinduku hanya untuk kamu sobat, meskipun kita terpisah oleh jarak aku yakin komunikasi di antara kita takkan pernah putus. Ancha mencoba menghapus air matanya dan berkata jangan pernah menyesal mengenaliku kawan ! asal kamu tahu aku sangat berharap suatu saat aku bisa bertemu denganmu, jika memang kita tak bisa bertemu 3 tahun yang akan datang tapi aku akan berusaha menemuimu. Aku hanya bisa tersenyum dan berkata aku takkan pernah menyesal mengenalmu kawan, dan asal kamu tahu bukan hanya kamu saja yang berharap menemuiku di masa yang akan datang akupun demikian.
Beberapa bulan telah berlalu, dia telah beradaptasi di lingkungan sekolah barunya yang terletak di Samarinda (Ibukota Kalimantan Timur - Indonesia). Meskipun aku dan dia terpisah oleh jarak namun, komunikasi di antara kita tetap berjalan. Dengan waktu yang cukup lama hingga aku duduk di bangkuh SMA dengan menggunakan seragam putih abu-abu, aku belum bertemu dengan dia, tapi komunikasi antara aku tetap seperti biasanya.
                                                                                                                                                               
                                                                                                                               
Share this article :

+ komentar + 1 komentar

March 2, 2013 at 7:21 PM

cerpen mu yang kupasang.... mantap...

Post a Comment

Jika ada hal yang membingungkan mengenai postingan di atas dapat anda tanyakan di kotak komentar di bawah ini....

 
Support : Cara Gampang | Creating Website | Johny Template | Mas Templatea | Pusat Promosi
Copyright © 2011. Sampah Otak - All Rights Reserved